Saturday, January 17, 2009

Sholawat Nariyah

Allohumma sholli 'sholaatan kaamilatan wa sallim salaaman taaamman 'ala sayyidina Muhammadinilladzi tanhallu bihil 'uqodu wa tanfariju bihil qurobu wa tuqdho bihil hawaaiju wa tunalu bihir roghooibu wa husnul khowaatimu wa yustasqol ghomamu biwajhihil kariem wa 'ala aalihi wa shohbihi fie kulli lamhatin wa nafasim bi'adadi kulli ma'lumin laka

Artinya : Ya Alloh berilah sholawat dengan sholawat yang sempurna dan berilah salam dengan salam yang sempurna atas penghulu kami Muhammad yang dengannya terlepas segala ikatan, lenyap segala kesedihan, terpenuhi segala kebutuhan, tercapai segala kesenangan, semua diakhiri dengan kebaikan, hujan diturunkan, berkat dirinya yang pemurah, juga atas keluarga dan sahabat-sahabatnya dalam setiap kedipan mata dan hembusan nafas sebanyak hitungan segala yang ada dalam pengetahuanMU

Sholawat ini pernah diijazahkan oleh ustadz Mawardi, salah seorang muthowwif jamaah hajji Tazkia yang sudah menetap lama di Saudi. Sholawat ini hendaknya dibaca 11 kali setelah sholat fardhu. Sholawat ini banyak faedahnya

Belakangan setelah beberapa waktu berlalu saya membaca kitab terjemahan Afdhal al Salawat 'ala Sayyid as Sadat karangan Yusuf bin Ismail an Nabhani (diterjemahkan oleh Muzammal Noer dengan judul Bershalawat untuk mendapat keberkahan hidup, dengan penerbit Mitra Pustaka, Cetakan I Desember 2003 hal 302)
Imam Ad Dinawari berkata : Siapa saja membaca shalawat setiap selesai sholat sebanyak 11 kali dan ia menjadikannya sebagai bacaan rutin maka rizkinya tidak akan pernah putus dan ia mendapatkan derajat yang tinggi...

Thursday, January 8, 2009

KAMPUNG BUDAYA SINDANGBARANG

Kampung budaya sindangbarang terletak di desa pasir eurih kecamatan tamansari kabupaten Bogor Jawa Barat. Berjarak hanya 5 km dari kota bogor, atau 60 km dari kota Jakarta. Berada pada ketinggian 350 – 500 meter dpl, terdiri dari 14 RW dan 54 RT dengan jumlah penduduk mencapai 12000 jiwa. Mata pencaharian sebagian Pesar penduduk adalah menjadi pengrajin sendal sepatu dan petani. Penduduknya 90% beragama Islam dan masih memegang sistim kekeluargaan yang sangat tinggi dalam kehidupan sehari-harinya. Curah hujan di kampung budaya sindangbarang cukup sedang dan cuacanya berkisar antara 23 derajat C pada malam hari dan 30 derajat C pada siang hari.

Di Kampung budaya Sindangbarang terdapat 8 macam kesenian Sunda yang telah direvitalisasi dan dilestarikan oleh para penduduknya. Disini terdapat pula situs-situs purbakala peninggalan kerajaan Pajajaran berupa Bukit-bukit berundak.Di sindangbarang setiap satu tahun sekali diselenggarkan upacara adat Seren Taun yaitu upacara ungkapan rasa syukur masyarakat terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas hasil Panen dan hasil bumi yang diperoleh pada tahun ini dan berharap hasil panen tahun depan akan lebih baik lagi.

Untuk melestarikan kesenian tradisional di kampung budaya, maka diselenggarakan pelatihan tari dan gamelan untuk anak-anak muda secara gratis oleh kampung budaya. Anak-anak muda yang telah mahir di bidang kesenian masing-masing maka akan dilibatkan dalam pementasan menyambut tamu yang tentunya akan menambah penghasilan untuk mereka sendiri.

Untuk melestarikan situs-situs purbakala , kampung budaya bekerja sama dengan FIB UI melakukan penelitian , dokumentasi dan menyelenggarakan seminar mengenai situs peninggalan kerajaan Pajajaran tersebut. Folklore mengenai Sindangbarang sendiri telah dicoba untuk dibukukan oleh teman-teman dari FIB UI.

Saat ini rumah-rumah adat dan tradisi budaya di Kp Budaya Sindangbarang telah direkontruksi dan direvitalisasi dengan bimbingan dan petunjuk dari Bapak Anis Djatisunda seorang Sesepuh Sindangbarang dan Budayawan Jawa Barat. Revitalisasi budaya dan rumah-rumah adat tersebut memang perlu dilakukan agar orang sunda tidak kehilangan jatidirinya.

Tinggal bersama kokolot merupakan salah satu keunikan di kampung budaya Sindangbarang. Karena merupakan kampung budaya maka para tamu akan merasakan suasana kehidupan perkampungan sehari-hari. Dimana para tamu akan tinggal bersama kokolot dan seniman yang memang tinggal di kampung budaya. Para tamu akan menemui suasana para ibu-ibu menumbug padi di saung lisung, memasak dengan menggunakan kayu bakar dan Hawu (kompor tradisional sunda),melihat para petani bercocok tanam, belajar kesenian tradisional dll


Nilai Sejarah
Sindangbarang, nama tersebut telah dikenal dan tercatat dalam babad pakuan / pajajaran sebagai salah satu daerah penting kerajaan sunda dan pajajaran. Hal ini disebabkan di sindangbarang terdapat salah satu keraton kerajaan tempat tinggalnya salah satu istri dari prabu Siliwangi yang bernama Dewi Kentring Manik Mayang Sunda. Sedangkan penguasa sindangbarang saat itu adalah Surabima Panjiwirajaya atau Amuk Murugul. Bahkan Putra Prabu Siliwangi dan Kentring manik mayang sunda yang bernama Guru Gantangan lahir dan dibesarkan di Sindangbarang.

Sampai saat ini masih ada peninggalan purbakala berupa Taman Sri bagenda di Sindangbarang, yaitu taman yang berupa kolam dengan panjang 15 X 45 meter, dan 33 buah titik Punden Berundak.

Courtesy : www.kp-sindangbarang.com

Friday, December 5, 2008

Lebih asyik bikin mainan sendiri

Murah meriah sekaligus memacu kreativitas anak. "Kardus bisa buat apa, Ma?" Ayesha, 7 tahun, siswa kelas I sekolah dasar di Depok, Jawa Barat, bertanya kepada ibunya. Gadis kecil itu bingung. Ia berharap mendapatkan mainan, tapi sang bunda malah memberinya kardus bekas. Ela, sang ibu, hanya bisa menggelengkan kepala. "Dasar anak zaman sekarang. Saya heran karena waktu saya kecil, kardus bekas atau apa pun bisa dijadikan mainan," katanya.

Dengan sabar akhirnya ia membimbing sang putri membuat mainan dari kardus bekas. Ayesha terkagum-kagum melihat ibunya tangkas membuat mobil-mobilan, rumah-rumahan, bahkan perabot rumah tangga.

Ela bukan satu-satunya orang tua yang heran atas minimnya kreasi anak masa kini untuk membuat sendiri mainan dari bahan yang ada di sekitarnya. Edi Susilo, 32 tahun, seorang ayah warga Citeureup, Bogor, juga merasakannya. "Bayangkan, anak bisa dengan mudah mendapatkan mainan, asalkan orang tua punya duit," kata Edi. Itu berbeda dengan pengalaman Edi. Saat kanak-kanak, dia harus membuat sendiri mainan yang dia inginkan. Edi menyebut beberapa jenis mainan tradisional yang dulu dia mainkan, antara lain

mobil-mobilan dari kulit jeruk bali, boneka dari jerami, senapan dari bambu atau pelepah daun pisang, tulup (sumpit) dari bambu, keris-kerisan dari janur, layang-layang, kitiran, pesawat, dan perahu dari kertas.

Sayang, kata Edi, kepadatan kota metropolitan menyebabkan bahan-bahan untuk membuat mainan tradisional sulit didapat. Walhasil, kepada anak semata wayangnya, Vieri Eka Putra, 6 tahun, Edi hanya bisa mengajarkan membuat mainan dari kertas, seperti kapal, perahu, dan kitiran. Mainan itu ternyata tidak membuat Vieri tertarik. "Dia lebih suka mainan modern," ujar Edi.

Pauline, anggota staf promosi di sebuah majalah anak, merasa pengaruh orang tua sangat besar terhadap kecenderungan anak memilih mainan. Dia terkejut atas perilaku seorang ibu yang memaksa anaknya membeli boneka seharga ratusan ribu rupiah saat ia mengadakan pameran. "Padahal anaknya ingin mainan kincir angin yang dirakit dari kertas," kata Pauline. Menurut dia, dari segi kreativitas, jelas mainan rakitan dari kertas akan lebih mengasyikkan bagi anak.

Tak banyak lembaga yang peduli terhadap semakin tergesernya mainan tradisional di masyarakat kita. Salah satu yang peduli adalah restoran TeSaTe di Plaza Senayan, Jakarta Pusat. Beberapa pekan lalu resto ini membuat demo merakit mainan tradisional. Rencananya demo ini akan digelar setiap pekan. Radityo Djadjoeri, konsultan hubungan masyarakat TeSaTe, mengatakan bahwa demo itu diikuti lima anak dan ibunya. Mereka serius memperhatikan langkah demi langkah cara merakit janur yang diperagakan oleh Jaja Budiatin, perajin janur dari Pasar Minggu, Jakarta Selatan. "Anak-anak begitu antusias mengikuti demo tersebut," kata Radityo.

Jaja memperagakan cara membuat oncer (ragam hiasan untuk tenda), ayam-ayaman, bintang, payung, trompet, keris, anyaman tikar, bandul, rantai, burung merak, perahu layar, dan lainnya.

Psikolog Evita Adnan mengatakan, pada umumnya, jenis mainan atau permainan tradisional sangat baik untuk merangsang kreativitas anak. Proses pembuatan sebuah mainan tradisional, kata dia, dapat menumbuhkan daya kreativitas yang luar biasa bagi si anak. Mobil-mobilan, misalnya, bisa dibuat dari tanah liat, kulit jeruk, atau kayu. "Nah, dalam proses pembuatan mainan ini, anak dituntut bisa membayangkan bentuk mobil, kemudian membuatnya dengan kreasi dia sendiri," ujar Evita ketika dihubungi di Jakarta, Selasa lalu. (Erwin Dariyanto )

Tips:
Libatkan anak dalam proses
1. Hadirkan anak Anda selama proses pembuatan mainan sebagai bahan dasar pelajaan bagi sang anak.
2. Jika anak Anda banyak bertanya, berilah jawaban mudah dan masuk akal. Misalnya, tentang harganya yang lebih murah atau betapa bahannya dengan mudah bisa ditemukan di sekitar kita.
3. Hindarkan anak dari pisau. Sebaiknya gunakan pisau pemotong sehingga apabila tidak digunakan lagi, bisa segera diamankan ke dalam saku Anda.
4. Ceritakan masa kecil Anda (selama Anda membuat mainan) kepada anak agar mereka kelak bangga memiliki orang tua cerdik dan bijak.
5. Jika bisa, ajak anak-anak tetangga atau teman anak Anda untuk melatih kerja sama tim.
6. Usahakan membuat modifiksasi bentuk mainan agar tradisi membuat mainan sendiri bagi sang anak berkembang dari masa ke masa.



Menumbuhkan jiwa seni pada anak

Dengan seni hidup akan lebih indah
Ada perpaduan warna, suara, gambar,dan irama yang bisa kita rasakan
Damai dan menentramkan tatkala rasa itu bergejolak dalam dada

Sepenggal kata-kata manis yang diucapkan oleh Hasan Basri, psikolog sosial UGM tentang apakah seni itu. Seni adalah sesuatu yang dirasakan dan selalu menyenangkan. Seni dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan rasa seseorang. Bagus, jelek, manis, cantik, itulah rasa seni yang timbul secara otomatis dalam diri setiap orang.
Dalam seni adalah ada sebuah maksud komunikasi. Kita berkomunikasi melalui tubuh menggunakan gerak isyarat, sikap tubuh, ekspresi wajah dan gerak refleks. Seni adalah bahasa bergambar yang bisa membuat kita untuk mengerti dan mengakses kedua hal, baik persepsi secara sadar maupun tidak sadar dan emosi-emosi.
Seni dimiliki masing-masing individu ketika ia berada dalam kandungan si ibu. Seni diolah lewat kandungan, dan masa kanak-kanaklah adalah masa yang penting untuk pertumbuhan jiwa seni. Masa anak-anak adalah masa yang menyenangkan dan membahagiakan. Ada 3 ciri yang mendasari dan mendominasi dunia anak, diantaranya,
1. Adanya rasa kebahagiaan pada diri anak-anak, yaitu kondisi ketika batin masih merasa tenteram.
2. Adanya kebebasan pada diri anak-anak, yaitu pada anak-anak tidak ada ketergantungan psikologis baik pada seseorang maupun kepada masyarakat tentang nilai-nilai, tentang kebenaran, tentang keindahan yang harus diikuti.
3. Adanya subyek aku pada diri anak-anak, yaitu karena adanya kebahagiaan dan kebebasan dalam diri anak-anak secara total, maka diri menjadi lebih penting sekali, sehingga kepribadian dapat menentukan penuh.
Sifat dasar anak inilah yang menjadi alasan mengapa seni harus ditumbuhkan sejak masa anak-anak. Mengembangkan jiwa seni pada anak merupakan hal yang perlu berjalan beriringan dengan kecerdasan kognitif. Inilah yang dinamakan dengan keseimbangan antara otak kanan dan otak kiri. Otak adalah organ tubuh terpenting manusia yang berfungsi sebagai pusat kontrol dan pusat kendali atas semua sistem dalam tubuh. Otak merupakan organ inti kecerdasan dan kemampuan berpikir manusia.

Menurut riset Prof Regar Sperry otak cenderung membagi aktivitas menjadi dua yaitu, aktivitas otak kiri dan aktivitas otak kanan. Bila yang satu aktif yang lain cenderung in aktif. Fungsi otak dibagi dibagi 2 :
• Otak kanan -- KREATIF — Bentuk, Intuisi, lagu &musik, warna warni, simbol, gambar, imajinasi, mengkhayal
• Otak kiri – ANALITIK — Bahasa verbal, matematika, logika, angka-angka, urutan-urutan, penilaian, analisis, linier

Pertumbuhan otak anak paling pesat terjadi pada usia 0-2 tahun, dimana volume otak akan mencapai 80%. Akan tetapi tidak berarti bahwa perkembangan otak berhenti hanya sampai di situ saja. Volume otak anak terus berjalan hingga usia 12 tahun. Bahkan setelah usia 12 tahun, nutrisi dan stimulasi bagi perkembangan otak masih tetap sangat dibutuhkan.
Akhirnya terjawab sudah mengapa seni mulai ditumbuhkan sejak masa anak-anak. Keseimbangan otak kanan dan otak kiri sangatlah menjadi faktor penting dalam pertumbuhan otak. Seni merupakan sesuatu hal yang membantu keseimbangan otak kanan kita. Berdasarkan penelitian, anak yang tumbuh tanpa dibarengi dengan kemampuan seni maka kehidupannya akan menjadi gersang. Anak menjadi kaku, tidak hanya dalam berinteraksi dengan lingkungan tapi juga dalam memandang persoalannya. Sebagai informasi, persentase keberhasilan seseorang itu 77 hingga 80% ditentukan oleh Emosional Quation, baru selebihnya Intelegence Quation.

Manfaat pendidikan seni bagi anak
1. Anak jadi lebih mudah menyerap masukan dan saran yang diberikan.
2. Kepekaan terhadap alam menjadi lebih baik karena terbiasa membuat sesuatu yang indah.
3. Memberikan kesenangan dan dapat membantu buah hati mempelajari berbagai ketrampilan yang perlu dikuasai, atau sesuatu dengan bakat mereka.
4. Membantu anak mengekspresikan dan mengembangkan kreatifitasnya dengan bebas.
5. Anak mampu mengendalikan emosi, perasaan sedih atau senang. Emosi itu dapat di curahkan melalui karya seni yang mereka hasilkan.
6. Imajinasi anak bisa berkembang lewat karya yang dihasilkan.
7. Membangun perasaan pada anak dan memberi banyak pengalaman seni kreatif.
8. Apresiasi mereka terhadap keindahan akan tumbuh dan berkembang dalam dirinya. Kalau kepekaan itu sudah tumbuh, anak bisa menghasilkan karya yang bagus.
9. Pendidikan seni bisa memberi pengaruh positif dalam hal persepsi emosi anak.
Untuk anak-anak, kegiatan seni adalah sebuah kegiatan yang spontan. Anak kecil akan menggunakan segala materi, yang lengket sekalipun untuk membuat tanda, mengotori semua permukaan yang dapat dicapainya. Itu adalah cara mereka untuk menjelajahi diri mereka sendiri yang berhubungan dengan lingkungan sekitar.
“Pertumbuhan jiwa seni setiap anak berbeda. Itu tergantung lingkungan yang kondusif dan peran orangtua. Jadi karena pengaruh itulah, jiwa seni yang dimiliki oleh setiap orang berbeda-beda intesitasnya dan kualitasnya,“ ungkap Prof Hasan. Ia menambahkan bahwa pelatihan terhadap seni juga menjadi faktor pengembangan seni pada anak.
Lingkungan kondusif adalah lingkungan dimana anak bisa merasakan kebahagiaan dan kebebasan berekspesi. Lingkungan keluarga yang ramah, harmonis, dan nyaman akan semakin memacu pengembangan jiwa seni anak. Tak hanya itu saja, perabot rumah atau fasilitas yang digunakan mereka di rumah juga mempengaruhi jiwa seni, karena di situ mereka melihat banyak sekali perpaduan warna dan bentuk. Dari inilah mereka bisa merasakan sesuatu yang memunculkan sense of art pada jiwanya.
Memperkenalkan anak pada dunia seni pun selayaknya secara perlahan dan tidak dibatasi. Orang tua sangat memiliki peran penting dalam membentuk jiwa seni pada anak. Orangtua harus peka terhadap kesenangan anak. Misalnya, jika anak menggambar langit dengan warna merah jambu, sebaiknya tidak terburu disalahkan, karena lama-kelamaan hal itu dapat menyebabkan anak menjadi tidak percaya diri dan ujung-ujungnya mematikan kreativitas. Berikanlah media bagi anak untuk mengekspresikan diri terutama jika anak memiliki minat besar di bidang tersebut, maka ikutkan mereka dalam sebuah sanggar, mengikuti lomba, kegiatan ekstra kurikuler di sekolah, dan masih banyak lagi.
“Pujian dari orangtua sangat penting diberikan pada orang tua ketika anak berhasil melakukan sesuatu. Pujian bagi seorang anak merupakan sebuah penghargaan tersendiri yang membuat mereka bisa melakukan penerimaan terhadap segala seguatu. Pujian menjadi motivasi bagi mereka,”ungkap Hasan.
Seni menghaluskan setiap jiwa individu. Lewat seni, keindahan selalu bisa dirasakan.
BOX
Tips
Apa saja yang bisa menumbuhkan jiwa seni pada anak
1. Orangtua harus dewasa dalam memahami dan memandang kreativitas anak
2. Berikan mereka kebebasan. Seni memunculkan kreativitas dan kreativitas membutuhkan sebanyak mungkin kebebasan dalam berkarya. Tidak ada cara yang salah dalam mereka menggambar, melukis atau mewarnai. Mengarahkan dan memberi saran terlalu banyak pada si Kecil saat ia berkreasi dapat menghambat kreativitasnya. Biarkan ia berkreasi sesuka hati, tetapi bila ia bertanya atau minta pertolongan, anda selalu siap untuk membantunya.
3. Koleksi karya-karyanya. Tingkatkan rasa keberhasilan anak dengan menggantungkan gambar-gambar atau karya-karyanya disekitar rumah, ditempel di kulkas dengan magnet, di ruang bermain, di pintu kamarnya, di kaca rias kamar anda, di dekat tempat tidur Anda. Kalau ia suka bernyanyi atau menari, biarkan ia menampilkannya pada Anda. Tapi jangan memaksanya untuk tampil di depan umum jika ia tidak mau.
4. Berceritalah. Jangan terlalu bergantung pada buku-buku cerita anak saja, Anda juga bisa bercerita padanya dengan menciptakan karakter-karakter sendiri. Libatkan anak dengan memintanya untuk membantu menyelesaikan masalah dari karakter-karakter tersebut. Cara yang lain seperti meminta anak untuk menyelesaikan cerita juga bisa dilakukan.
5. Ajari anak Anda mengenal dunia seni. Membacakan buku cerita yang sesuai dengan umurnya, mengajaknya mendengarkan musik, mengajak mereka dalam setiap festival kesenian seperti ke pameran lukisan, pertunjukan wayang, dan sebagainya. Biasakan anak untuk mengenali karya seni, sastra, dan musik.
6. Lihat lebih jauh dari bidang seninya. Ada banyak tempat untuk mengembangkan seni mereka. Anak bisa pintar bermain pasir (yang nantinya bisa membantu dia menjadi ilmuwan, arsitek, insinyur) atau di dapur, atau bahkan di lemari pakaian (ia bisa menjadi perancang mode). Selain itudengan memasukkan anak ke sanggar-sanggar seni atau mengikutkan mereka pada les kesenian semakin bisa mengasah dan melatih jiwa seni mereka. (Oleh Olivia Lewi Pramesti)

courtesy of http://koranjogja.com

Saturday, November 29, 2008

Karinding, Music Tradional Indonesia

Karinding adalah sebuah alat yang digunakan orang tua dulu sebagai alat untuk mengusir hama di sawah. sekarang disebutnya sebagai alat musik karena menghasilkan bunyi . dan alat ini konon sebagai alat yang telah digunakan orang tua (karuhun) sejak jaman sebelum ditemukannya Kacapi, yang usia kecapi itu sendiri sudah mencapai lebih dari lima ratus tahun yang lalu, diperkirakan alat ini sudah lebih tua dari 600 tahun .
Jenis alat seperti Karinding ini adalah alat musik yang dimiliki oleh berbagai suku yang bukan hanya di tatar sunda, juga di daerah bahkan negara dan bangsa lain, seperti misal jenis ini di Jawa tengah disebutnya sebagai Rinding, dan di Bali dikenal sebagai Genggong. bahan dan suara yang dihasilkan hampir tidak ada bedanya,yang berbeda adalah cara memainkannya, ada yang di Trim (di getarkan dengan di sentir) dan di Tap ( dipukul).
sedang alat sejenis di luar dikenal dengan istilah Zuesharp ( harpanya dewa Zues)
Material yang digunakan (di wilayah jawa barat) untuk membuat karinding ini ada dua jenis, pelepah kawung dan Bambu, sedang Zeusharp menggunakan material besi dan baja.
Jenis bahan dan jenis disain bentuk karinding, itu menunjukan perbedaan usia, tempat dan sebagai perbedaan gender pemakai. Semisal bahan bambu yang lebih menyerupai susuk sanggul, ini untuk perempuan,karena konon ibu-ibu menyimpannya dengan di tancapkan disanggul. Sedang yang laki-laki menggunakan pelapah kawung dengan ukuran lebih pendek, karena biasa disimpan di tempat mereka menyimpan bako. tetapi juga sebagai perbedaan tempat dimana dibuatnya, seperti diwilayah priangan timur, karinding lebih banyak menggunakan bahan bambu karena bahan ini menjadi bagian dari kehidupannya.



Memainkan Karinding
cukup mudah untuk siapa saja, dengan cara di pukul memperlakukan alat ini seperti alat musik perkusi, dengan menggunakan satu jari tangan, dan ketika kita sudah mampu menghasilkan getaran secara intens,dengan di tempelkan di mulut sebagai resonansi nya, dan lidah sebagai pengontrol bunyi yang kita inginkan.
Ada beberapa jenis suara yang dihasilkan, yaitu dengan mulut kosong tanpa napas dan dengan menggunakan napas,ini akan menghasilkan bunyi yang berbeda. Alat ini bisa menghasilkan suara yang khas dari tiap orang, sebutlah jenis melodi, rhytm dan bass nya bisa di hasilkan, atawa kendang, saron, goong nya kata orang sunda mah, bahkan menyanyikan lagu dengan karinding sekalipun, bukan dengan vokal kita, ini tergantung bagaimana kita bisa memainkan lidah dan napas.
Yang menarik dari Karinding ini adalah, Pertama dengan cara di pukul ini mampu menghasilkan bunyi yang variatif cukup banyak. Kedua, suara tiap orang yang memainkan akan berbeda dengan yang lainnya, walaupun memainkan jenis pukulan (Rahel) yang sama , ini berbeda karena tiap orang memilki konstruksi mulut yang berbeda.


Low Desibel
kenapa Karinding mampu menghasilkan suara yang bisa mengusir hama?
Suara yang dihasilkan berupa getaran yang tidak begitu jelas terdengar oleh telinga kita, secara ilmu suara di kategorikan pada jenis low desibel, yang getaran ini cuma bisa didengar oleh jenis binatang jenis insect, konon inilah yang dikenal sekarang sebagai suara ultrasonik.

Dan alat ini, leluhur kita membuatnya sebagai alat pengusir hama (bagaimana mereka bisa mengitung samapi kesana?) dan supaya betah memainkan alat ini, maka di ciptakanlah alat yang sangat incredible ini, ya mengusir hama, ya bermain musik, ya asik!. dahsyat kan?
belakangan kita tahu microsoft mengeluarkan software anti nyamuk, pernah denger?, juga TV Media menjual sebuah alat ultrasonic yang di connect ke listrik. coba dengarkan apa yang diahsilkan oleh alat ini semua? sebuah getaran!
Ini lah bedanya ilmu leluhur, alat bukan cuma sekedar alat, tetapi ada perhitungan lain yang lebih dari itu, coba bayangkan hubungan ilmu leluhur kita antar satu dengan lainnya.
seperti Karinding ini, alat pengusir hama dengan bermain musik, bebas pestisida, dan binatang juga harus hidup untuk keseimbangan alam ini,jadi tidak perlu dibunuh.
Kenapa kita memainkan karinding denga di pukul? marilah kita lihat alat musik sunda yang dasarnya sebagai alat perkusi, calung, angklung,kendang,goong,saron bonang mah sudah jelas, beberapa alat musik gesek pun ada yang memainkannya dengan dipukul di beberapa rhytme tertentu, tarawangsa misalnya.
Kecanggihan alat ini sebagai bukti bahwa karuhun urang sunda sebagai "bangsa yang sudah memiliki kebudayaan, bahasa, tulisan bahkan hitungannya pun sudah sampai ke tingkat Matrix,itu pada tahun 122 Masehi" percaya?
pasti tidak, karena kita tidak pernah mendengar apa dan siapa Kisunda teh,

courtesy : http://yoyoyogasmana.multiply.com/journal

Tuesday, November 25, 2008

Kertas Daur Ulang Ekonomis Tinggi Dan Artistik

Seiring dengan perkembangan zaman, juga pertumbuhan dan kemunduran perekonomian, sering kita dihadapkan pada masalah-masalah hasil perkembangan zaman tersebut. Sebut saja masalah kebersihan dan sampah, yang dimana sampah-sampah setiap hari semakin meningkat dengan pesatnya kebutuhan industri dan hasil industri tetapi tidak memperhatikan dampak-dampak yang dihasilkan dari kebutuhan industri dan hasil industri tersebut. Misalkan industri kertas yang membutuhkan pohon-pohon sebagai bahan baku utama pembuatan kertas, makan dilakukankanlah penebangan pohon, akan tetapi dibarengin dengan pemulihan kembali atau menanam kembali area yang sudah ditebangi. Begitu juga di industri lainnya yang membutuhkan banyak kertas salah satunya sebagai media informasi dan media pendidikan. Seringkali kertas-kertas tersebut digunakan tidak sesuai dengan aturan artinya pemborosan kertas. Padahal dengan menghemat kertas kita sudah membantu untuk menjaga kelangsungan kehidupan bumi. Untuk itu penghematan pemakaian kertas harus lebih ditingkatkan. Salah satunya dengan melakukan daur ulang kertas. Kertas daur ulang mempunya nilai ekonomis tinggi dan artistik yang tinggi pula, apabila dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Apa yang dapat kita lakukan ?

Pertanyaan sederhana, namun memiliki jawaban yang sangat rumit, karena memiliki konsekuensi untuk merubah gaya hidup. Dari pola hidup boros sampah, menjadi gaya hidup ramah lingkungan. Untuk itu, langkah awal adalah mengenali berbagai jenis sampah dilingkungan kita. Kemudian mengklasifikasinya, mana yang masih bisa dipakai mana yang sudah habis pakai dan mana yang masih bisa diolah/didaur. Secara sederhana sampah dalam rumah dapat kita bagi menjadi 3 kategori, yakni sampah beracun, seperti batere bekas, bola lampu bekas dan barang-barang yang mengandung zat kimia. Kemudian sampah padat yang tidak dapat diurai, seperti plastik, botol, kaleng, dsb. Dan terakhir barang-barang yang masih dapat diurai oleh tanah seperti sisa sayuran, daun-daun, dsb.

Gaya hidup ramah lingkungan dikenal pula dengan semboyan 3R : Reduce, Reuse & Recycle. Artinya mengurangi tingkat kebutuhan akan sampah, menggunakan kembali sampah-sampah yang telah ada dan mendaur ulang sampah-sampah yang telah terpakai. Salah satu sampah yang dapat didaur ulang adalah kertas. Kertas daur ulang ini memiliki tekstur yang indah. Dari kertas daur ulang kita dapat membuat beraneka ragam kerajinan tangan.

Alat-alat yang digunakan dalam pembuatan kertas daur ulang :

  1. BLENDER, fungsinya untuk menghancurkan kertas menjadi bubur kertas, atau dapat juga dimodifikasi dengan alat penghancur yang lebih besar.

  1. BINGKAI CETAKAN, terdiri dari 2 bingkai dengan ukuran yang sama. Salah satu bingkai dilapisi dengan kain kasa.

  1. EMBER KOTAK, fungsinya sebagai tempat pencampuran bubur kertas dengan air, sekaligus sebagai wadah pencetakan.

  1. ALAS CETAK, fungsinya untuk tempat pengeringan kertas daur ulang dari bingkai cetakan, sehingga bingkai cetakan dapat digunakan kembali. Alas cetak ini bisa berupa tripleks yang dilapisi kain katun atau juga dapat berupa matras yang biasa digunakan untuk alas tidur kemping.

  1. SPONDS PENGHISAP, fungsinya untuk menghisap air pada waktu transfer dari bingkai cetakan ke alas cetak.

  1. GELAS PENAKAR, fungsinya untuk menakar perbandingan antara bubur kertas dengan air. Alat ini tidak mutlak ada.

  1. ALAT PRESS, fungsinya untuk mengepress kertas daur ulang agar serat-seratnya dapat lebih rapat. Alat ini dapat berupa dua papan kayu yang berukuran sama dengan bingkai cetak, yang keempat sudutnya diberi lubang. Selanjutnya masing-masing lubang diberi mur dan baut penjepit untuk mempertemukan kedua sisi papan kayu tersebut.

  1. EMBER wadah bubur kertas

  1. KOMPOR & PANCI, fungsinya untuk merebus berbagai macam serat dan pewarna alam

  1. ALU & LUMPANG, fungsinya untuk menumbuk berbagai serat agar lebih halus

  1. SENDOK KAYU, fungsinya untuk mengadukberbagai campuran.

  1. PISAU & GUNTING, fungsinya untuk memotong-motong serat tumbuhan

  1. SARINGAN TEH BESAR

  1. KAIN LAP

Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan kertas daur ulang :

1. KERTAS BEKAS

Setiap jenis kertas dipilah-pilahberdasarkan jenisnya masing-masing, kertas Koran, kertas HVS, karton hingga kertas warna warni.

2. PEWARNA ALAM

  • Kunyit, jika diparut dan diperas sarinya akan menghasilkan warna kuning

  • Kulit bawang, jika direbus akan menghasilkan warna coklat

  • Pandan suji, jika ditumbuk dan diperas airnya dapat menghasilkan warna hijau pekat

  • Pandan wangi, jika direbus dan ditumbuk lalu diperas airnya dapat menghasilkan warna hijau muda, sekaligus aroma wangi

  • Kesumba (bixa), jika bijinya direndam dan diremas atau direbus dapat menghasilkan warna oranye

  • Serutan kayu nangka. Jika direbus akan menghasilkan warna kuning

  • Sirih, jika ditumbuk dan dicampur dengan kapur akan menghasilkan warna merah kecoklatan

  • Daun pisang kering, jika dibakar, abunya dapat menghasilkan warna coklat keabu-abuan

  • Rumput putri malu (Mimosa sp) jika direbus akan menghasilkan warna lembayung

3. SERAT PENGISI

Merupakan bahan-bahan yang dapat ditambahkan ke dalam campuran bubur kertas sehingga dihasilkan kertas yang lebih indah dan bertekstur. Dapat berupa bunga-bungaan ataupun serat tumbuhan lainnya seperti serat daun pandan wangi, serat batang pisang.

Cara Pembuatan Kertas Daur Ulang

1. Kertas bekas yang telah disobek-sobek sebesar perangko, direndam minimal 12 jam agar serat-seratnya menjadi lunak diresapi air. Perendaman dapat pula dibantu dengan perebusan untuk mempercepat proses peresapan air.

2. Kertas yang telah lemas direndam air / direbus, dihancurkan dengan blender.

Dengan perbandingan 1 ; 4 (4 bagian air untuk 1 bagian kertas). Lama pemblenderan tidak lebih dari 1 menit, sebaiknya dilakukan 2 kali pemblenderan dengan interval 30 detik saja.

3. Bubur kertas yang diperoleh dari pemblenderan dikumpulkan dalam satu wadah. Selanjutnya dapat dilakukan pencucian untuk mengurangi kadar asamnya dengan cara menyaring bubur kertas pada kain yang agak lebar dan meletakkannya di atas ember berisi air. Dengan demikian bubur kertas dapat dicuci sekaligus memisahkan potongan-potongan kertas yang mungkin belum hancur akibat pemblenderan.


4. Selanjutnya bubur kertas siap untuk diolah, dapat dicetak langsung maupun dilakukan pencampuran warna dan serat.

Masukan bubur kertas yang hanya bercampur dengan warna saja, atau bercampur dengan serat saja, atau bercampur dengan pewarna dan serat maupun bubur kertas tanpa campuran, kedalam ember kotak tempat cetakan. Perbandingan antara jumlah air dan bubur kertas tetap 4 : 1 (4 bagian air untuk 1 bagian bubur kertas). Aduk-aduk hingga campuran air dan bubur kertas merata.

5. Masukkan bingkai cetakan, dengan posisi bingkai cetak yang memakai kain kassa berada dibawah dan bingkai kosong dibagian atas sisi kain kassa. Masukkan hingga kedasar ember cetak, dengan hati-hati. Atur posisi bingkai cetak agar datar dan sejajar permukaan air. Kemudian angkat bingkai tersebut dengan hati-hati dalam posisi datar. Bubur kertas akan tercetak dipermukaan bingkai dengan bentuk seperti selembar kertas yang basah. Angkat bingkai penutup dengan cepat, jangan sampai airnya memerciki lembaran kertas yang masih basah tadi. Kemudian ditiriskan dalam posisi miring sekitar 30 derajat hingga airnya tinggal sedikit. Selanjutnya kertas basah tersebut siap untuk ditransfer ke atas permukaan alas cetak untuk dikeringkan.

6. Bingkai cetak dibalik, sehingga kertas basah menghadap ke alas cetak. Letakkan bingkai cetak dengan kertas basah tersebut pada alas cetak dengan hati-hati. Pada bagian atas bingkai cetak atau sisi sebaliknya dari kertas basah dapat dilakukan pengeringan dengan menggunakan spon. Selain untuk mempercepat pengeringan juga untuk mempermudah proses pemindahan kertas. Jika sudah cukup kering dan bingkai cetak sudah dapat diangkat dari alas cetak, lakukan dengan hati-hati agar kertas tersebut tidak cacat.

7. Kertas yang telah dipindahkan ke alas cetak tinggal menunggu kering saja, tetapi sebaiknya tidak dijemur dibawah matahari langsung. Dapat juga diselingi dengan pengepresan sewaktu kertas belum kering, dengan cara lapisi setiap lembar kertas dengan kain dan tumpuk sampai beberapa lapis kemudian diletakkan diantara papan pengepresan, lakukan selama kira-kira 10 menit. Jika kertas sudah kering, pengepresan dilakukan selama 1 jam.

Pencampuran Warna

  • Bubur kertas yang telah siap diolah, dapat dicampurkan dengan bahan pewarna alam yan telah kita persiapkan sebelumnya. Caranya adalah dengan mencampurkan langsung dan diaduk hingga merata. Selanjutnya dapat dilakukan perebusan jika ingin pencampuran warna yang lebih kuat.

  • Sisa pewarna alam dapat pula dicampurkan ke dalam air diember pencetakan agar tetapmembantu menimbulkan warna yang diinginkan.

  • Bubur kertas berwarna pun telah siap untuk diolah lebih lanjut, baik untuk dicetak, maupun dicampur dengan serat pengisi lainnya.

Pencampuran Serat
a.
Gedebok Pisang,

  • Gedebok/batang pisang yang sudah selesai berbuah cincang seperti dadu dengan panjang sekitar 2 cm, jemur sekitar 2 jam untuk menghilangkan getah.

  • Kemudian ditumbuk dengan alu & lumping sehingga agak lunak.

  • Selanjutnya direbus selama 1 jam untuk melunakan seratnya. Kemudian tiriskan.

  • Setelah itu ditumbuk kembali hingga lebih halus. Saring dengan kain untuk dicuci dengan air, agar tinggal serat yang tersisa.

  • Serat yang tersisa dapat langsung dicampur dengan bubur kertas,atau jika dirasa kurang halus, dapat pula dibantu dengan pemblenderan.

  • Selanjutnya dicampurkan sedikit demi sedikit ke dalam bubur kertas, sambil diaduk terus menerus hingga rata.

b. Kulit Bawang

  • Rebus kulit bawang yang sudah digunting-gunting kecil dengan air hingga mendidih, sisihkan dan air rebusan jangan dibuang.

  • Hancurkan kulit bawang yang telah direbus dengan menggunakan blender selama 5 – 10 detik.

  • Campurkan secara perlahan kulit bawang yang telah dihancurkan kedalam wadah bubur kertas sambil terus diaduk-aduk hingga merata, jika air rebusan agak kotordapat dilakukan penyaringan terlebih dahulu.

c. Pandan Wangi

  • Rebus potongan pandan wangi (2 cm) selama kira-kira 1 jam, tiriskan.

  • Campurkan air rebusan dengan bubur kertas secepatnya, aduk-aduk hingga rata

courtesy:http://maknyaabel.multiply.com


Wednesday, November 19, 2008

Rain Drops

1. Open any image that you want to add rain drops too. In order to make this look more realisitc, I'm going to use the following image of a green leaf.

Rain Drops Photoshop Tutorial

2. Create a new layer named Drop1 and select the Elliptical Marquee Tool and make a selection which looks like a drop on the leaf.

Rain Drops Photoshop Tutorial

3. Next set press D on your keyboard to set the foreground color to black and the background color to white, or you can do this manually. After reseting these colors, select the Gradient Tool from the Tools Palette. In the tool options bar at the top of the screen, make sure that the first button, linear gradient is selected and that the foreground to background gradient is selected.

Rain Drops Photoshop Tutorial


Now that the proper Gradient Tool settings have been selected, drag the mouse from the left side of the selected oval to the right.

Rain Drops Photoshop Tutorial

4. With the Drop 1 layer selected, change this layer's blend mode to Overlay in the Layers Palette.

Rain Drops Photoshop Tutorial

5. Next right-click on the Drop 1 layer and select Blending Options. Apply the following Drop Shadow settings: Opacity 50, Angle 158, Distance 7, Spread 0, and Size 5.

Rain Drops Photoshop Tutorial

6. Apply the following Inner Shadow settings: Opacity 75, Angle 158, Distance 5, Spread 0, and Size 5.

Rain Drops Photoshop Tutorial

7. For the Glow Effect, create a new layer named Glow and set the foreground color to white. Then select the Brush Tool and make a small dot in the drop. Here is the final effect:

Rain Drops Photoshop Tutorial

Note: For making the curved drops select the Drop 1 layer then go to Filter > Liquify and make appropriate shape and click OK.