Thursday, March 22, 2012
Monday, March 5, 2012
KAMUS ISTILAH PERIKLANAN INDONESIA
Benefit Headline: Judul iklan yang secara langsung mengungkapkan manfaat & keunggulan produk
Brand Loyalty : Kesetiaan konsumen terhadap suatu merek yang diekspresikan melalui perhatian maupun sikap untuk mengulang pembelian merk tersebut secara berkala.
Behaviouristic Segmentation : Metode yang dipakai untuk menentukan segmen pasar dengan cara mengumpulkan konsumen ke dalam kelompok kaitan produk berdasar pengetahuan, sikap, kebiasaan, penggunaan, maupun respon mereka terhadap suatu produk
Brand Equity : Keseluruhan dari apa yang ada di dalam benak konsumen, distributor, penyalur, dan pesaing terhadap suatu merek. Hal itu menjadi kelebihan yang dimiliki oleh merk tersebut.
Friday, May 7, 2010
Awas Virus Singapura Menyerang Anak-anak
Gejala awal anak yang terjangkit virus Singapura adalah demam, kemudian diikuti dengan gejala lain seperti sariawan di rongga mulut, gusi, dan pipi bagian dalam dengan jumlah yang cukup banyak. Selain itu, muncul bintil-bintil kecil mirip dengan cacar yang muncul di telapak tangan dan telapak kaki. Bintil ini terkadang juga muncul di bokong, dan mudah pecah. Anak yang terserang juga akan merasakan ngilu dan nyeri pada tangan, kaki dan mulut sehingga terlihat lemas.
Menurut dr Tanti Yohana dari Rumah Sakit Dr Oen Surakarta, anak-anak yang terkena virus Singapura biasanya malas makan dan minum karena rasa nyeri dalam mulut akibat sariawan. Suhu badan juga naik tinggi hingga 39 derajat Celcius. Sehingga perlu diwaspadai jika anak mengalami kekurangan cairan (dehidrasi) akibat demam.
“Virus coxsackie, picornaviriday dan enterovirus 71 adalah beberapa jenis virus penebar benih penyakit ini. Virus ini mudah sekali bermutasi dan menular saat musim peralihan atau pancaroba, selain juga faktor kepadatan penduduk dan mobilitas, seperti saat ini,” papar Tanti, sapaannya.
Penyakit virus Singapura memang bukan termasuk kategori penyakit berbahaya. Dari sejumlah kasus yang ada, penderita akan dapat kembali sehat seperti semula setelah menjalani perawatan. Tapi karena virus ini begitu mudah menular di kalangan anak-anak, tentu saja hal tersebut mudah memancing kepanikan orangtua.
Tanti mengungkapkan, beberapa minggu ini angka anak yang menderita virus Singapura terutama yang ditangani di rumah sakitnya cenderung mengalami peningkatan. Dia menduga, musim pancaroba menjadi faktor penyebab, selain juga karena daya tahan tubuh si anak yang kurang baik. “Tak hanya itu, gejala bintil-bintil yang muncul di tangan dan kaki juga menjadi lebih parah dari biasanya. Karena beberapa pasien yang saya tangani, bintil yang terjadi menyebar hingga tungkai dan lengan,” ujar dokter alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya Jakarta ini.
Virus penyebab penyakit sangat mudah menular pada orang lain di sekitar penderita. Penularan biasanya melalui kontak langsung yakni lewat bersin, pilek, air liur, cairan yang keluar dari bintil, atau melalui perkakas yang digunakan penderita seperti handuk, baju, ataupun celana. Sehingga sangat disarankan untuk anak yang menderita penyakit ini terutama yang sudah duduk di bangku sekolah untuk sementara waktu menghindari kontak dengan teman-temannya agar virus tak menyebar.
“Masyarakat tidak perlu panik dan jika memang diketahui anaknya mengidap gejala penyakit ini sebaiknya segera menjalani perawatan dan tidak bersekolah untuk mencegah penularan ke anak lain,” imbaunya.
Masa inkubasi penyakit berkisar antara tiga hingga empat hari. Dari kasus yang sudah ditemui biasanya penderita akan sembuh dalam waktu tujuh sampai 10 hari, itu pun jika si anak dalam kondisi tubuh yang baik.
Belum Ada Obatnya
Sampai saat ini belum ada pengobatan spesifik untuk menangani virus penyebab penyakit tangan, kaki dan mulut. Sehingga, pengobatan yang dilakukan hanya berupa pengobatan simptomatis, yaitu mengobati gejala yang timbul. Misalnya, pada demam dan sakit kepala diberi obat pereda demam (paracetamol) dan pereda nyeri. Jika terjadi infeksi sekunder oleh bakteri, dokter mungkin akan memberikan antibiotik.
“Penyakit ini bertipe self limiting diseases, yaitu dapat sembuh dengan sendirinya. Pasien hanya perlu istirahat karena daya tahan tubuh menurun. Pasien yang memerlukan rawat inap di rumah sakit hanya dengan gejala berat dan komplikasi,” kata wanita asli Jakarta ini.
Meski belum ada obatnya, keadaan umum anak yang menderita harus tetap dijaga. Diusahakan tetap makan dan minum karena dapat berperan dalam proses penyembuhan. Penyakit ini sering terjadi pada masyarakat dengan sanitasi yang kurang baik.
Pencegahan penyakit ini adalah dengan mengilangkan kekumuhan dan kepadatan lingkungan, serta memperhatikan kebersihan (hygiene dan sanitasi) lingkungan maupun perorangan.
Cara yang paling gampang dilakukan, menurut Tanti, adalah membiasakan selalu cuci tangan, khususnya sehabis berdekatan dengan penderita, atau membersihkan peralatan makanan, mainan, handuk yang memungkinkan terkontaminasi dengan disinfektan (bahan kimia pencegah infeksi). (Ikrob Didik Irawan)
sumber : harianjoglosemar
Tuesday, December 1, 2009
Daging Buatan Bisa Kurangi Efek Rumah Kaca
Peneliti dari Belanda mengembangkan ide tersebut setelah Sekretaris Kesehatan di Inggris, Andy Burnham melaporkan bahwa emisi karbon yang dilepas ke atmosfer hasil produksi daging cukup tinggi sehingga bisa menyebabkan pemanasan global. Menurutnya, produksi daging perlu dikurangi hingga sepertiganya.
Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti membuat solusi yaitu menciptakan daging tanpa harus menyembelih atau membunuh seluruh binatang yang ingin diproduksi menjadi daging atau olahannya, sehingga emisi karbon bisa dikurangi. Selain itu, penyakit akibat konsumsi daging berlebih seperti jantung dan kanker pun diharapkan bisa berkurang.
"Kami mengembangkan daging buatan ini dari ekstrak sel otot babi, lalu mengembangkannya di cairan kultur daging lainnya. Sel-sel tersebut kemudian akan berkembang dan menciptakan jaringan otot yang membangun struktur dan tekstur sebuah daging," jelas seorang peneliti seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (1/12/2009).
"Produk ini akan berefek baik bagi lingkungan dan bisa mengurangi penderitaan hewan karena hanya diperlukan satu binatang untuk menciptakan banyak daging yang seharusnya berasal dari jutaan binatang. Jika rasanya seperti daging sungguhan, orang-orang pasti akan membelinya," tambahnya.
Daging buatan ini rencananya akan dijual di pasaran sekitar 5 tahun lagi karena peneliti masih mencari cara untuk mempercepat pertumbuhan sel-sel otot pembentuk daging tersebut agar dalam proses pembuatannya nanti bisa lebih cepat dan efektif.
Proyek ini didukung oleh pemerintah Belanda dan perusahaan pembuat sosis yang peduli akan lingkungan. Gas metana yang dihasilkan dari produksi daging dan olahannya diduga sebagai penyumbang efek rumah kaca terbesar bagi bumi.
Namun isu produk Genetically Modified (GM) pun muncul ketika ide daging buatan ini mulai dicobakan di laboratorium. Produk-produk GM saat ini memang sedang marak, namun banyak yang mencurigai efeknya yang buruk bagi kesehatan.
Inggris adalah salah satu negera yang kurang mendukung produksi produk-produk berbau rekayasa genetik. Minggu lalu, Pangeran Charles mengumumkan hasil survei Food Standards Agency tentang dampak yang dihasilkan dari produk GM.
Charles mengingatkan kepada masyarakatnya untuk tidak mengonsumsi produk GM jika tidak ingin memiliki masalah kesehatan. Menurutnya, komoditas pangan adalah hadiah dari alam dan sebaiknya tidak dimodifikasi. (detik.health)
Friday, August 7, 2009
Rendra Dalam Puisi
Selamat jalan mas willy, semoga perjuanganmu akan diingat oleh semua orang......
berikut karya karya besar WS Rendra
Makna Sebuah Titipan
WS Rendra
Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa :
sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Allah
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,
tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu
diminta kembali oleh-Nya?
Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan
bahwa itu adalah derita.
Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku.
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti
matematika:
aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan kekasih.
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,
Gusti, padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…
Sajak Sebatang Lisong
WS Rendra
Menghisap sebatang lisong
melihat Indonesia Raya
mendengar 130 juta rakyat
dan di langit
dua tiga cukung mengangkang
berak di atas kepala mereka
matahari terbit
fajar tiba
dan aku melihat delapan juta kanak – kanak
tanpa pendidikan
aku bertanya
tetapi pertanyaan – pertanyaanku
membentur meja kekuasaan yang macet
dan papantulis – papantulis para pendidik
yang terlepas dari persoalan kehidupan
delapan juta kanak – kanak
menghadapi satu jalan panjang
tanpa pilihan
tanpa pepohonan
tanpa dangau persinggahan
tanpa ada bayangan ujungnya
……………………..
menghisap udara
yang disemprot deodorant
aku melihat sarjana – sarjana menganggur
berpeluh di jalan raya
aku melihat wanita bunting
antri uang pensiunan
dan di langit
para teknokrat berkata :
bahwa bangsa kita adalah malas
bahwa bangsa mesti dibangun
mesti di up-grade
disesuaikan dengan teknologi yang diimpor
gunung – gunung menjulang
langit pesta warna di dalam senjakala
dan aku melihat
protes – protes yang terpendam
terhimpit di bawah tilam
aku bertanya
tetapi pertanyaanku
membentur jidat penyair – penyair salon
yang bersajak tentang anggur dan rembulan
sementara ketidak adilan terjadi disampingnya
dan delapan juta kanak – kanak tanpa pendidikan
termangu – mangu di kaki dewi kesenian
bunga – bunga bangsa tahun depan
berkunang – kunang pandang matanya
di bawah iklan berlampu neon
berjuta – juta harapan ibu dan bapak
menjadi gemalau suara yang kacau
menjadi karang di bawah muka samodra
……………………………
kita mesti berhenti membeli rumus – rumus asing
diktat – diktat hanya boleh memberi metode
tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan
kita mesti keluar ke jalan raya
keluar ke desa – desa
mencatat sendiri semua gejala
dan menghayati persoalan yang nyata
inilah sajakku
pamplet masa darurat
apakah artinya kesenian
bila terpisah dari derita lingkungan
apakah artinya berpikir
bila terpisah dari masalah kehidupan
(RENDRA - itb bandung – 19 Agustus 1978 )
Tuesday, March 31, 2009
Laporan FAO: Industri Penternakan Adalah Penyebab Utama Pemanasan Global
Sebuah laporan dari PBB telah membuktikan bahwa “sapi bukan mobil, tetapi menjadi ancaman teratas bagi lingkungan kita.” Laporan tersebut memberikan bukti bahwa pertumbuhan yang cepat dari hewan-hewan ternak di dunia telah menjadi ancaman terbesar terhadap iklim, hutan, dan kehidupan liar. Hewan-hewan peternakan menghasilkan kotoran 130 kali lebih banyak daripada keseluruhan populasi manusia di Amerika Serikat dan air kotor yang terkonsentrasi kotoran hewan pada akhirnya mengakibatkan pencemaran air, merusak lapisan tanah teratas, dan mencemari udara kita. Lebih jauh lagi, gas buangan dan pupuk rabuk kotoran ternak menghasilkan lebih dari sepertiga gas metana yang memberi kontribusi terhadap pemanasan global 20 kali lebih cepat daripada kardondioksida. Pemakan daging bertanggung jawab atas seratus presen produksi dari hasil buangan-buangan ini yang kira-kita menghasilkan 86 ribu pon setiap detik. Tetapi, dengan menolak produk-produk hewan, Anda telah mengurangi hal-hal merusak di atas.
Lebih jauh lagi, cita rasa kita terhadap daging telah mengorbankan persediaan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui kembali. Sejumlah 2500 gallon air dibutuhkan untuk memproduksi 1 pon daging sapi, tetapi, kita hanya membutuhkan 29 gallon air untuk menghasilkan 1 pon tomat, dan 39 gallon air untuk 1 pon roti tawar. Dengan setengah jumlah air, delapan puluh persen tanah pertanian di Amerika Serikat, hampir semua panenan kacang kedelai dan separuh lebih hasil biji-bijian dunia digunakan untuk memeliharan ternak untuk dimakan. Sementara itu, ada 1 milyar penduduk yang menderita kelaparan dan kekurangan gizi, serta 24 ribu anak-anak yang meninggal setiap hari karena hal ini. Hal ini ironis dengan ladang gandum dan padi yang ditakdirkan untuk hewan-hewan ternak di negara Barat. Bagaimanapun, kelaparan dunia akan hilang jika sumber-sumber alam kita dipergunakan secara efisien dengan mengubah pertanian untuk meningkatkan hasil panen yang dapat memberi makan seluruh penduduk dunia.
Apakah Anda sadar bahwa 130 juta hewan dibunuh setiap tahun di Selandia Baru? Sebagian besar hewan dipelihara di pabrik peternakan, dengan sistem yang memaksimalkan produksi dengan biaya yang minimal. Sebagai gantinya, hewan-hewan peternakan sangat menderita secara mental dan fisik; setiap detik dalam hidup mereka. Hewan-hewan tersebut berjejalan ke dalam sistem kurungan dengan sedikit jendela, kotor, serta tidak pernah melihat keluarga mereka, mengkais-kais tanah atau melakukan apapun yang alami bagi mereka. Mereka bahkan tidak merasakan matahari di punggung mereka atau menghirup udara segar sampai pada hari dimana mereka dimuat ke dalam truk, dan ditakdirkan untuk dibunuh. Lebih dari 90 juta hewan di Selandia Baru menderita dengan kondisi-kondisi seperti ini dan banyak yang tetap sadar ketika leher mereka disembelih, kemudian, dibiarkan kehabisan darah sampai mati.
Praktik peternakan yang kejam lainnya yang sering dilakukan oleh peternakan unggas adalah dengan tidak memberi mereka makan selama 14 hari untuk mengejutkan tubuh unggas tersebut agar bertelur lebih banyak untuk konsumsi manusia. Dan, karena anak-anak ayam yang jantan tidak berguna di industri daging, setiap tahunnya ada 100 juta anak ayam jantan lebih yang digiling hidup-hidup atau dimasukkan ke dalam kantong sampai mati kehabisan nafas. Lebih jauh lagi, di tempat penjagalan, leher-leher ayam disembelih, dan mereka dicelupkan dalam air panas untuk menghilangkan bulu-bulu mereka, sementara banyak dari mereka yang masih hidup.
Bahkan sekarang ini, untuk menandai sapi dengan tujuan identifikasi, para peternak menekan besi panas yang membara ke daging sapi sementara mereka melenguh kesakitan. Akibatnya, timbul luka bakar tingkat tiga dan kelamin anak sapi jantan dipotong dari kantung kemaluannya, dan semua itu dilakukan tanpa diberikan penghilang rasa sakit. Untuk menambah penderitaan mereka, tanah yang digunakan ternak untuk merumput memiliki udara yang penuh dengan gas-gas kimia. Hal ini menyebabkan masalah pernapasan yang kronis.
| |
Sapi-sapi yang dipelihara untuk diambil susunya, secara berulang-ulang dibuat hamil kembali dan bayi-bayi mereka diambil sehingga manusia dapat minum hasil susunya yang sebenarnya dimaksudkan untuk bayi-bayi sapi. Sapi-sapi tersebut dihubungkan dengan mesin-mesin beberapa kali sehari dan menggunakan manipulasi genetik, hormon-hormon yang kuat, dan penyedotan susu yang intensif. Mereka dipaksa untuk menghasilkan susu sepuluh kali lebih banyak dari yang biasanya. Perlakuan-perlakuan ini ikut menambah peradangan yang sangat menyakitkan bagi 50 persen dari sapi-sapi perah yang ada.
Hewan-hewan di peternakan saat ini tidak memiliki perlindungan undang-undang dari kekejaman. Hal ini seharusnya menjadi illegal jika diterapkan pada hewan peliharaan di rumah-rumah tangga: pengabaian, mutilasi, manipulasi genetik, dan program obat-obatan yang menyebabkan kesakitan kronis, kelumpuhan, dan penyembelihan yang kasar. Robert Louis Stevenson, seorang penulis novel dan puisi berkata, “Kita mengkonsumsi bangkai makhluk lain untuk memuaskan cita rasa dan nafsu diri kita.” Namun, hewan-hewan di peternakan pada dasarnya sangat pandai dan dapat merasakan sakit. Mereka mungkin sama pandainya dengan anjing atau kucing yang kita anggap sebagai teman.
Hal ini ditunjukkan oleh laporan-laporan yang sering terjadi tentang sapi-sapi yang melompati pagar setinggi enam kaki untuk melarikan diri dari rumah jagal, serta berjalan tujuh mil untuk bersatu kembali dengan anaknya dan berenang menyeberangi sungai menuju kebebasan. Babi-babi juga merupakan hewan yang penuh pengertian seperti yang ditemukan oleh Dr. Donald Broom, penasehat ilmiah pemerintahan Inggris – "Babi memiliki kemampuan kesadaran, mereka cukup pandai dan cerdik. Bahkan lebih dari anjing yang berumur tiga tahun.”
Langkah yang paling penting yang dapat Anda ambil untuk menyelamatkan planet kita dan mengurangi penderitaan manusia serta hewan adalah dengan menjadi vegetarian. Sebuah pola makan yang kaya dengan karbohidrat komplek, protein, serat, omega 3, vitamin, dan mineral dapat memberikan nutrisi yang optimal. Memupuk kebiasaan makan ini dapat menjaga kesehatan seumur hidup. Bukti yang mengejutkan dapat ditemukan di buku “The China Study” oleh Profesor T.Colin Campbell yang berkata, “dalam sepuluh tahun ke depan, salah satu hal yang paling mengejutkan yang akan Anda dengar adalah protein hewani merupakan salah satu dari nutrisi beracun yang paling tinggi dari semuanya... ancaman penyakit akan naik secara dramatis ketika sedikit protein hewani saja yang ditambahkan ke pola makan Anda.” Penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak vegetarian memiliki IQ yang lebih tinggi daripada teman-teman sekelasnya, dan para vegetarian rata-rata dapat hidup 6 sampai 10 tahun lebih lama daripada pemakan daging. Sebagai tambahan, mereka 50 persen lebih rendah terserang penyakit jantung dan kanker. Sedangkan pemakan daging sepuluh kali lebih cenderung menjadi gemuk daripada vegan. Makanan vegetarian memberikan kita semua nutrisi yang kita perlukan, tanpa lemak jenuh, kolesterol, dan bahan pencemar.
Sebaliknya, banyak yang berpendapat bahwa tumbuhan itu hidup juga. Ini benar, tetapi tumbuhan hanya memiliki sepuluh persen kesadaran sedangkan hewan-hewan memiliki kesadaran sepadan dengan manusia. Karena tumbuhan tidak dapat bergerak, jadi sensasi mengalami rasa sakit lebih sedikit. Jadi, tumbuhan sepenuhnya berbeda secara fisiologis dari mamalia. Jika Anda memotong cabang atau daun dari sebuah pohon, maka pohon itu akan tumbuh dengan subur dan tumbuh lebih banyak. Di sisi lain, hewan tidak berhasrat atas pemangkasan yang teratur. Dapatkah Anda memotong sebuah kaki sapi dan berharap akan tumbuh empat kaki lagi?
Memelihara hewan untuk dimakan akan mendatangkan malapetaka di Bumi. Lingkungan, sumber alam, dan kesehatan kita semakin memburuk. Meskipun sebagian besar dari kita tidak terlibat langsung dalam pemotongan hewan, akan tetapi manusia telah mengembangkan kebiasaan ini berdasarkan tekanan dari masyarakat, mereka tidak menyadari apa yang terjadi terhadap hewan-hewan yang kita makan. Pernah disebutkan bahwa seseorang yang pernah mengunjungi rumah jagal akan membuat mereka menjadi seorang vegetarian seumur hidup. Karena kitalah yang menciptakan teriak kesakitan dan ketakutan mereka.” Jadi jika Anda pernah memutuskan untuk memanggang hewan yang jinak sekali lagi……. Ingatlah bahwa Anda mengkonsumsi daging hewan yang sepadan dengan hewan peliharaan yang sangat Anda sayangi. Tetapi perbedaannya adalah bahwa hewan ini disiksa. courtesy of www.pemanasanglobal.net
Friday, March 6, 2009
Earth Hour 2009

KAPAN ?
Sabtu, 28 Maret 2009 Pukul 20.30 - 21.30
APA ITU EARTH HOUR ?
Earth Hour merupakan kampanye perubahan iklim global WWF, yang mengajak Individu, pelaku bisnis, pemerintah untuk mematikan lampu selama 1 jam dalam rangka menunjukkan dukungan terhadap penanggulangan perubahan iklim.
SEJARAHNYA ?
Kampanye Earth Hour ini dimulai di Sydney pada 31 Maret 2007 dimana lebih dari 2 juta orang dan 2000 pelaku bisnis di seluruh kota mematikan lampu dan peralatan elektronik mereka selama 1 jam. Sejak dimulainya kampanye ini, pesan Earth Hour telah mendunia.
Pada tahun 2008, 50 juta orang di 35 negara mematikan lampu mereka sebagai dukungan terhadap Earth Hour yang menyampaikan pesan ke seluruh duniabahwa aksi individu yang dilakukan secara bersama sesungguhnya dapat mengubah dunia.
Earth Hour 2009 ditargetkan dapat menjangkau 1 milyar orang di 1.000
KENAPA ?
Dampak dari perubahan iklim yang disebabkan oleh emisi karbon menunjukkan ancaman besar pada kehidupan manusia di bumi. Hanya dengan mengubah sikap masyarakat dunia secara global dalam penggunaan sumber energi yang menghasilkan emisi karbon, kita dapat mengurangi ancaman ini.
Earth Hour merupakan sebuah seruan global dari berbagai pihak baik individu, pelaku bisnis, politisi maupun pemerintah di seluruh dunia bahwa upaya untuk menekan laju perubahan iklim merupakan tanggung jawab bersama.
APA YANG INGIN DICAPAI ?
Tujuan dari Earth Hour 2009 adalah menjangkau sebanyak mungkin individu, rumah tangga dan pelaku bisnis untuk mematikan lampu mereka serta peralatan elektronik selama 1 jam.
Earth Hour bertujuan untuk mendidik masyarakat dunia tentang ancaman perubahan iklim dan begitu mudahnya bagi individu dan pelaku bisnis untuk melakukan perubahan kecil yang dapat menciptakan perubahan besar dalam keseharian mereka dan operasi perusahaan.
Earth Hour 2009, diharapkan dapat memberikan mandat kepada pemimpin dunia yang akan menghadiri Konferensi Perubahan Iklim PBB di Kopenhagen, Desember 2009 untuk melakukan reformasi lingkungan, yakni dengan menghasilkan kesepakatan baru tentang perubahan iklim menggantikan Protokol Kyoto.
DIMANA ?
Saat ini sudah 74 kota yang ikut berapartisipasi dan berkomitmen dari negara:
Austarlia, Bolivia, Bulgaria, Canada, Republik Rakyat Cina, Costa Rica, Denmark, Pesekutuan Micronesia, Fiji, Finland, Itali, Jordan, Mexico, New Zealand, Norwegia, Filipina, Polandia, Portugal, Russia, Singapore, Swedia, Turki, UEA, UK, USA.
dan beberapa landmark dunia:
1. Gedung Opera (Sydney)
2. CN Tower (
3.
4.
5. Burj Dubai (
6.
7. Burj al Arab (
8. Quirinale (Roma) - Rumah dinas Presiden Itali
9.
10.
11.
12.
FAKTANYA ?
1. Mematikan lampu 1 jam (kurang lebih) di
mengistirahatkan 1 pembangkit listrik
2. Mengurangi beban biaya listrik
3. Mengurangi emisi CO2 sekitar 1 Ton CO2
YANG BISA KITA LAKUKAN ?
1. Matikan LAMPU selama 1 jam, dan pastikan semua alat elektronik yang tidak sedang dipakai dalam kondisi power off, bukan stand by!!!
2. Sebarkan pesan ini ke teman-teman anda
3. Sign up di website www.earthhour.org/indonesia
4. Mengajak semua teman, orang tua, saudara, rekan kerja, tetangga ikut berpartisipasi
5. Dokumentasikan partisipasi Anda dan upload di earthhour.org/indonesia
6. Tulis pengalaman Anda dan sebarkan melalui blog yang Anda punya
INFORMASI LEBIH LANJUT ?
1. http://www.voteearth2009.org
2. http://www.earthhour.org atau earthhour.org/indonesia
3. http://www.wwf.or.id/climate

